Skip to main content

Konsep dan Teori Uang, Perbankan, atau Kebijakan Pemerintah di Bidang Moneter

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Kepada adik-adik pelajar SMA/MA khususnya kepada adik-adik pelajar yang mengambil jurusan IPS, apa kabarnya hari ini? Semoga dalam keadaan sehat-sehat.

Di sini pada kesempatan kali ini kembali Admin akan berbagi contoh soal UN ekonomi yaitu membahas tentang konsep dan teori uang, perbankan, atau kebijakan pemerintah di bidang moneter.

Pada waktu kecil dulu pernah Admin berpikir polos bahwa kalau saja pemerintah mencetak uang sebanyak-banyaknya tentu rakyat akan cepat kayanya. Ternyata, tidak segampang itu pemerintah akan mencetak uang. Pemerintah dalam hal ini oleh bank sentral Indonesia yaitu Bank Indonesia sebagai pemegang penuh kebijakan moneter (keuangan) negara akan mempertimbangkan secara teliti dalam penentuan berapa jumlah uang yang harus dicetak dan beredar dalam masyarakat. Terdapat berbagai macam faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan jumlah uang yang akan beredar dalam masyarakat misalnya pendapatan masyarakat, harga barang dan tingkat inflasi, tingkat suku bunga dan lain-lain.

Untuk lebih jelasnya silahkan adik-adik berlatih menjawab contoh soal berikut.

Contoh Soal Konsep atau Teori Uang dan Perbankan

1. Ibu Susi sedang memasang label harga barang di tokonya untuk mempermudah mengingat harga barangnya. Tindakan yang dilakukan oleh Ibu Susi sesuai dengan fungsi uang sebagai alat ....

    A. Tukar
    B. Satuan hitung
    C. Pemindah kekayaan
    D. Pembayar utang
    E. Penyimpan kekayaan

    Pembahasan Soal
    Satuan hitung maksudnya satuan ukuran yang menentukan besarnya nilai dari berbagai jenis barang. Dengan adanya uang, nilai suatu barang akan mudah ditentukan. Misalnya harga sebuah pensil Rp2.000,00 dan sebuah buku Rp2.500,00. Masyarakat tidak perlu bersusah payah membandingkan satu buah pensil dengan 1 kg beras atau 1 kg ikan.
    Jawaban B

2. Beberapa contoh motif memegang uang:

    (1) Ibu Wati sakit, ia membutuhkan uang untuk segera ke dokter dan membeli obat
    (2) Setiap awal bulan Ibu membeli kebutuhan sehari-hari
    (3) Yanti membeli tas yang baru karena tas yang lama rusak
    (4) Bapak Subur membeli rumah di luar kota untuk investasi
    (5) Panji rajin menabung untuk biaya kuliah

    Yang merupakan contoh motif transaksi adalah ....
    A. (1), (2), dan (3)
    B. (1), (3), dan (4)
    C. (2), (3), dan (4)
    D. (2), (4), dan (5)
    E. (3), (4), dan (5)

    Pembahasan Soal
    Alasan seseorang memegang uang atau yang memotivasi seseorang memiliki uang adalah motif transaksi artinya karena uang dapat digunakan untuk melakukan segala bentuk transaksi guna memenuhi kebutuhannya.
    Misalnya, pada poin (1) Ibu Wati sakit, ia membutuhkan uang untuk segera ke dokter dan membeli obat; (2) Setiap awal bulan Ibu membeli kebutuhan sehari-hari; dan (3) Yanti membeli tas yang baru karena tas yang lama rusak.
    Jawaban A

3. Beberapa contoh motif seseorang memegang uang:

    (1) Anisa membeli perlengkapan kosmetik seharga Rp250.000,00
    (2) Ibu Retno menabung sebagian uangnya untuk keperluan mendadak
    (3) Adi membeli majalah dan komik di took "sukses"
    (4) Tanah yang dibeli Ayah mendapat ganti rugi untuk jalan tol
    (5) Mainan yang disukai Adek dibeli Ayah

    Yang merupakan contoh motif transaksi adalah ....
    A. (1), (2), dan (3)
    B. (1), (3), dan (5)
    C. (2), (3), dan (5)
    D. (2), (4), dan (5)
    E. (3), (4), dan (5)

    Pembahasan Soal
    Alasan seseorang memegang uang adalah karena uang dapat digunakan untuk melakukan segala bentuk transaksi guna memenuhi kebutuhannya.
    Contohnya seperti pada poin (1) Anisa membeli perlengkapan kosmetik seharga Rp250.000,00; (3) Adi membeli majalah dan komik di toko "sukses"; (5) Mainan yang disukai Adek dibeli Ayah
    Jawaban B

4. Perhatikan beberapa pernyataan berikut ini:

    1. Melinda membeli sejumlah keperluan pribadinya di mall
    2. Aulia membeli sebuah mobil hasil dari pekerjaannya
    3. Firman menyimpan uang untuk mengantisipasi keperluan mendadak
    4. Rahman membeli dollar dengan harapan mendapat keuntungan
    5. Isabel berencana membeli saham yang murah agar mendapat capital gain

    Dari pernyataan tersebut yang termasuk motif spekulasi adalah ....
    A. 1 dan 2
    B. 1 dan 3
    C. 2 dan 3
    D. 3 dan 5
    E. 4 dan 5

    Pembahasan Soal
    Alasan lain seseorang memegang uang adalah karena uang dapat digunakan untuk melakukan spekulasi dengan membeli surat-surat berharga, atau dollar, dan atau emas dengan tujuan nantinya mendapat untung besar.
    Misalnya pada poin (4) Rahman membeli dollar dengan harapan mendapat keuntungan; dan (5) Isabel berencana membeli saham yang murah agar mendapat capital gain.
    Jawaban E

5. Tidak setiap pinjaman yang diajukan kepada bank dapat diproses dengan cepat, bahkan ada yang tidak terlayani. Hal ini dikarenakan penyaluran kredit yang dilakukan oleh bank harus melihat kondisi ekonomi negara dan aturan dari bank sentral.
Dari pernyataan di atas, peranan bank dalam menyalurkan kredit adalah ....

    A. meningkatkan gairah para pengusaha
    B. menjadi salah satu alat stabililas ekonomi
    C. meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang
    D. meningkatkan daya guna dan peredaran uang
    E. meningkatkan daya guna dan peredaran barang

    Pembahasan Soal
    Stabilitas moneter dapat terlaksana dengan pemberian kredit yang selektif, terarah, dan berdasarkan prioritas sehingga jumlah uang yang beredar dapat diatur melalui politik tingkat bunga dan rasio kas bank.
    Jawaban B

6. Dalam suatu transaksi meja belajar dengan tingkat harga sebesar Rp2.500.000,00 barang yang terjual sebanyak 50 unit, kecepatan peredaraan uang sebanyak 10 kali, dan produksi meja belajar meningkat 20%.
Besar uang yang beredar dalam transaksi adalah ....

    A. Rp500.000,00
    B. Rp600.000,00
    C. Rp12.500.000,00
    D. Rp15,000.000,00
    E. Rp17.500.000,00

    Pembahasan Soal
    Rumus menghitung jumlah uang yang beredar menggunakan teori kuatitatif (Irving Fisher)
    M x V = P x T
    Ket.
    M : Jumlah uang beredar
    V : Kecepatan peredaran uang
    P : Harga barang
    T : Jumlah barang yang diperdagangkan
    Diketahui:
    P= Rp2.500.000,00;
    T1= 50 unit; T2= naik 20% x 50 = 10
    Jadi nilai T menjadi 50 + 10 = 60
    V= 10x
    Penyelesaian: Dari rumus di atas diperoleh
    M x 10 = 2.500.000 x 60
    M = (2.500.000 x 60)/10
    M = 15.000.000
    Jawaban D

7. Pada tingkat harga sebesar Rp1.850,000,00 barang yang terjual sebanyak 30 unit, kecepatan peredaran uang sebanyak 50 kali. Jika produksi barang meningkat 20%, jumlah uang yang beredar dalam transaksi tersebut adalah ....

    A. RP3.700.000,00
    B. Rp3.083.333,33
    C. RP1.332,000,00
    D. RP1.110.000,00
    E. RP925.000,00

    Pembahasan Soal
    Diketahui:
    P= Rp1.850.000,00;
    T1= 30 unit; T2= naik 20% x 30 = 6
    Jadi nilai T menjadi 30 + 6 = 36
    V= 50x
    Penyelesaian:
    M x V = P x T
    M x 50 = 1.850.000 x 36
    M = (1.850.000 x 36)/50
    M = 1.332.000
    Jawaban C

8. Harga pensil Rp750,00 barang yang terjual sebanyak 100,000 pensil dan kecepatan peredaran uang sebanyak 50 kali. Jika produksi pensil meningkat 10%, maka besar jumlah uang yang beredar adalah ....

    A. Rp1.650.000,00
    B. Rp1,500.000,00
    C. Rp1.363.636,36
    D. Rp1.250.000,00
    E. Rp6.666,67

    Pembahasan Soal
    Diketahui:
    P= Rp750,00;
    T1= 100.000 unit; T2= naik 10% x 100.000 = 10.000
    Jadi nilai T menjadi 100.000 + 10.000 = 110.000
    V= 50x
    Penyelesaian:
    M x V = P x T
    M x 50 = 750 x 110.000
    M = (750 x 110.000)/50
    M = 1.650.000
    Jawaban A

Kembali ke : Kisi-Kisi UN Ekonomi IPS Jenjang SMA, MA, dan Sederajat

Demikianlah adik-adik semuanya pembahasan mengenai konsep dan teori uang, perbankan, atau kebijakan pemerintah di bidang moneter ini, mudah-mudahan dapat dipahami. Terima kasih.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar