Skip to main content

Simulasi Interaksi Antarruang yang Menunjukkan Saling Ketergantungan

Kali ini Admin akan men-share bahan penilaian keterampilan peserta didik dengan teknik penilaian praktik melalui simulasi interaksi antarruang yang menunjukkan saling ketergantungan pada mata pelajaran IPS kelas VII semester ganjil sub pokok bahasan pengertian ruang dan interaksi antarruang.

Penilaian keterampilan adalah penilaian yang dilakukan untuk menilai kemampuan peserta didik menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu di berbagai macam konteks sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi. Penilaian keterampilan dapat dilakukan dengan berbagai teknik, antara lain penilaian praktik, penilaian produk, penilaian proyek, dan penilaian portofolio. Teknik penilaian keterampilan yang digunakan dipilih sesuai dengan karakteristik KD pada KI-4.

Berikut ini adalah contoh penerapan penilaian keterampilan atau psikomotor peserta didik yang menggunakan teknik penilaian praktik melalui kegiatan simulasi.

Kompetensi Dasar (KD)
4.1 Menyajikan hasil analisis tentang interaksi sosial dalam ruang dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya dalam nilai dan norma, serta kelembagaan sosial budaya.

Indikator:
4.1.2. Mempraktikkan/mensimulasikan kegiatan interaksi antarruang yang menunjukkan saling ketergantungan.

Materi:
Kondisi saling bergantung yang diperlukan untuk terjadinya interaksi keruangan.

Interaksi Antarruang yang Menunjukkan Saling Ketergantungan

Ada beberapa kondisi saling bergantung yang diperlukan untuk terjadinya interaksi keruangan yaitu saling melengkapi (complementarity), kesempatan antara (intervening opportunity) dan keadaan dapat diserahkan/dipindahkan (transferability).

1. Saling Melengkapi (complementarity atau Regional Complementary)

    Kondisi saling melengkapi terjadi jika ada wilayah-wilayah yang berbeda komoditas yang dihasilkannya. Misalnya, wilayah A merupakan penghasil sayuran, sedangkan wilayah B merupakan penghasil ikan. Wilayah A membutuhkan ikan, sedangkan wilayah B membutuhkan sayuran. Jika masing-masing memiliki kelebihan (surplus), maka wilayah A melakukan interaksi dengan wilayah B melalui aktivitas perdagangan atau jual beli.

2. Kesempatan Antara (Intervening Opportunity)

    Kesempatan antara merupakan suatu lokasi yang menawarkan alternatif lebih baik sebagai tempat asal maupun tempat tujuan. Jika seseorang akan membeli suatu produk, maka ia akan memperhatikan faktor jarak dan biaya untuk memperoleh produk tersebut. Contohnya, Wilayah A biasanya membeli ikan ke wilayah B, namun kemudian diketahui ada wilayah C yang juga penghasil ikan. Karena Wilayah C jaraknya lebih dekat dan ongkos transportasinya lebih murah, para pembeli ikan dari wilayah A akan beralih membeli ikan ke wilayah C. Akibatnya, interaksi antara wilayah A dengan B melemah.

3. Kemudahan Transfer (Transfer Ability)

    Pengangkutan barang atau juga orang memerlukan biaya. Biaya untuk terjadinya interaksi tersebut harus lebih rendah dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh. Jika biaya tersebut terlalu tinggi dibandingkan dengan keuntungannya, maka interaksi antar ruang tidak akan terjadi. Kemudahan transfer dan biaya yang diperlukan juga sangat tergantung pada ketersediaan infrastruktur (sarana dan prasarana) yang menghubungkan daerah asal dan tujuan. Jalan yang rusak dan sulit untuk dicapai akan mengurangi kemungkinan terjadinya interaksi karena biaya untuk mencapainya juga akan lebih mahal. Sebagai contoh, seseorang akan menjual sayuran dari wilayah A ke wilayah B, namun jalan menuju wilayah B mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa dilalui. Akibatnya, orang tersebut tidak jadi menjual sayuran ke wilayah B.

Langkah-langkah Pelaksanaan Simulasi

A. Persiapan
    Topik:
    Interaksi antarruang yang menunjukkan saling ketergantungan.

    Tujuan:
    Melalui kegiatan simulasi peserta didik diharapkan dapat memahami interaksi antarruang yang menunjukkan saling ketergantungan.

    Petunjuk:
    1. Guru membagi siswa menjadi 8 (delapan) kelompok beranggotakan 3-4 orang.
    2. Delapan Kelompok tadi dibagi menjadi 3 group (Group I: 2 kelompok yaitu kelompok 1 dan kelompok 2, Group II: 3 kelompok yaitu kelompok 3, kelompok 4 dan kelompok 5, dan Group III: 3 kelompok yaitu kelompok 6, kelompok 7 dan kelompok 8)
    3. Kegiatan simulasi dilaksanakan menjadi 3 (tiga) bentuk:
      • Simulasi 1:
        Saling Melengkapi (complementarity atau Regional Complementary), yang akan dilaksanakan oleh Group I.

        Simulasi 2:
        Kesempatan Antara (Intervening Opportunity), yang akan dilaksanakan oleh Group II.

        Simulasi 3:
        Kemudahan Transfer (Transfer Ability), yang akan dilaksanakan oleh Group III.

    4. Guru menyiapkan lembar observasi praktik simulai (bermain peran)

B. Pelaksanaan
    1. Setiap kelompok berdiskusi mempelajari salah satu materi kondisi saling ketergantungan yang sudah dibagikan.
    2. Guru meminta setiap kelompok (disini kita misalkan sebagai sebuah wilayah) berkoordinasi dengan Group-nya untuk berbagi peran.
    3. Masing-masing kelompok (wilayah) menyiapkan beberapa potongan kertas yang ditulisi nama produk yang akan dijadikan sebagai bahan/media transaksi.
    4. Guru mengatur jadwal kegiatan simulasi: Group I bermain terlebih dahulu baru kemudian Group II dan terakhir Group III.
    5. Guru melakukan penilaian terhadap kegiatan simulasi dengan mengisi form lembar observasi yang berisi aspek: 1) Persiapan, 2) Kesesuaian Keterlaksanaan Peran dengan Materi, dan 3) Penghayatan Peran.

    C. Penutup

      Guru dan peserta didik melakukan evaluasi kegiatan simulasi.

Demikian rangkaian kegiatan pelaksanaan simulasi interaksi antarruang yang menunjukkan saling ketergantungan pada proses pembelajaran di dalam kelas ini, mudah-mudahan bermanfaat.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar